RADARIDN.COM Sundar Pichai selaku CEO Alphabet Inc. yang merupakan induk perusahaan Google memberikan pernyataan bahwa perusahaan akan memberhentikan 12.000 tenaga kerja di area produk, fungsi, level, dan wilayah.
Selama dua tahun terakhir, Alphabet sendiri telah meningkatkan tenaga kerjanya lebih dari 50.000 karyawan karena meningkatnya keuntungan akibat dari permintaan layanan yang tinggi selama pandemi. Namun, dalam beberapa kuartal terakhir, bisnis ini mengalami perlambatan sebab terjadinya penurunan ekonomi hingga kekhawatiran resesi alhasil menyebabkan pengiklan menarik kembali pengeluaran mereka dan ini berpengaruh pada pendapatan Alphabet Inc.
Baca Juga : Waduh, Amazon PHK 18.000 Karyawan ! – Radar IDN
Pichai juga menyampaikan PHK adalah bagian dari upaya untuk memfokuskan penginvestasian bisnis pada kecerdasan buatan (AI). Apalagi, ini akan menjadi area investasi utama Google yang tengah menghadapi peningkatan persaingan dengan ChatGPT.
“Ini adalah momen penting untuk mempertajam fokus perusahaan, dengan merekayasa ulang basis biaya kami, dan mengarahkan bakat dan modal kami ke prioritas tertinggi kami,” kata Pichai.
Karyawan Amerika Serikat yang diberhentikan akan menerima gaji selama periode masa pemberitahuan secara penuh (minimal 60 hari).
Selain itu, perusahaan juga menawarkan paket pesangon mulai dari gaji 16 minggu ditambah dua minggu untuk setiap tahun dan mempercepat setidaknya 16 minggu vesting GSU serta menerima tunjangan perawatan kesehatan selama 6 bulan.
Baca Juga : Layanan Internet Paling Populer Tahun 2022 – Radar IDN
“Nantinya, untuk karyawan AS yang terkena dampak akan tetap digaji perusahaan selama 60 hari akan menerima gaji setidaknya 16 minggu sebagai pesangon, selain tunjangan lainnya,” ungkapnya dilansir dari Bloomberg, Sabtu (21/1/2023).



