RADARIDN.COM PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah beredar kabar mengenai masuknya calon investor strategis asal China. Investor tersebut disebut merupakan kelompok usaha pertambangan yang sedang agresif mencari aset emas berkadar tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa calon investor tersebut tertarik mendanai pengembangan Ciemas Gold Project di Sukabumi, Jawa Barat. Namun hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai identitas investor, nilai investasi maupun bentuk kerja sama yang sedang dibicarakan.
Manajemen SQMI mengakui sudah ada beberapa pihak yang melakukan pendekatan dan negosiasi. Meski demikian, pernyataan tersebut belum berarti SQMI resmi diakuisisi investor China karena proses pembicaraan masih dapat berubah dan belum menghasilkan transaksi yang mengikat.
Baca Juga : Afiliasi Sinar Mas Group Akan Akuisisi KETR Lewat Tender Sukarela Rp520 Miliar – Radar IDN
Daya tarik utama SQMI berada pada Ciemas Gold Project yang memiliki luas konsesi sekitar 3.078,5 hektare. Berdasarkan data perusahaan, proyek tersebut memiliki estimasi sumber daya emas sekitar 1,48 juta troy ons dan cadangan sekitar 810.385 troy ons.
Masuknya investor strategis berpotensi memberikan tambahan modal, teknologi serta dukungan operasional untuk mempercepat pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan emas. Jika kerja sama benar-benar terealisasi, SQMI berpeluang meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbaiki kinerja keuangannya.
Namun, investor tetap perlu berhati-hati karena kabar tersebut masih berada pada tahap rumor dan penjajakan. Pergerakan harga saham yang didorong oleh rumor biasanya sangat fluktuatif. Harga dapat naik cepat saat ekspektasi pasar membesar, tetapi juga berisiko turun tajam apabila negosiasi gagal atau tidak menghasilkan transaksi.
Dengan demikian, pasar perlu menunggu keterbukaan informasi resmi mengenai nama investor, nilai transaksi, bentuk kerja sama serta kemungkinan perubahan pengendali. Sebelum informasi tersebut diumumkan, isu masuknya investor China ke SQMI belum dapat dianggap sebagai akuisisi resmi
Sumber : kontan



