RADARIDN.COM Presiden Iran Ebrahim Raisi dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan helicopter yang terjadi pada Minggu (19/5/2024). Selain Raisi, helikopter itu juga membawa Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian, Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Malek Rahmati, imam salat Jumat Tabriz Imam Mohammad Ali Alehashem, seorang pilot, kopilot, kepala kru, kepala keamanan, dan pengawal lainnya. Puing-puing helikopter telah ditemukan pada Senin pagi, setelah dilakukan pencarian semalaman dalam kondisi badai salju.
“Presiden Raisi, menteri luar negeri, dan semua penumpang di dalam helikopter meninggal dalam kecelakaan itu,” kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters.
Televisi pemerintah melaporkan bahwa gambar dari situs tersebut menunjukkan pesawat itu menabrak puncak gunung, meski belum ada keterangan resmi mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
https://radaridn.com/international/heboh-kate-middleton-mengidap-kanker
Insiden tersebut terjadi ketika cuaca di wilayah perbatasan dengan Azerbaijan itu buruk lantaran diselimuti kabut yang sangat tebal. Selain itu, faktor lokasi kecelakaan yang jauh di pedalaman hutan bukit dekat pegunungan juga membuat proses pencarian molor hingga membutuhkan waktu lebih dari 13 jam.
Pencarian yang dilakukan hanya mengandalkan jalur darat. Sementara itu, pencarian lewat udara sempat dilakukan bahkan dengan bantuan drone Turki.
Presiden Ibrahim Raisi diketahui telah menjabat sejak tahun 2021 saat Iran diguncang oleh protes massal, krisis ekonomi yang diperburuk oleh sanksi Amerika Serikat, dan perseteruan yang memanas dengan musuh bebuyutan Israel.
Sejak menjabat, ia telah memerintahkan pengetatan hukum moralitas, menghadapi protes anti-pemerintah, dan mendorong keras dalam perundingan nuklir dengan negara-negara dunia.
Pengumuman lima hari berkabung untuk Presiden Ebrahim Raisi yang meninggal dalam kecelakaan helikopter telah disampaikan oleh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei sehari setelah insiden naas tersebut terjadi yakni pada hari Senin (20/5/2024).
“Saya mengumumkan lima hari berkabung publik dan menyampaikan belasungkawa saya kepada rakyat Iran,” kata Khamenei.



