RADARIDN.COM Perusahaan e-commerce asal Amerika Serikat Amazon memberikan kabar mengejutkan. Raksasa e-commerce asal Amerika Serikat tersebut lagi-lagi melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 18.000 karyawannya.
Kepala Eksekutif raksasa e-commerce Amerika Serikat (AS) Amazon, Andy Jassy, pada Rabu (4/1) mengatakan perusahaan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 18.000 karyawan. Perampingan tersebut dilakukan sebagai bagian dari rencana korporasi yang telah diungkapkan sebelumnya.
Keputusan PHK, yang akan dilakukan mulai 18 Januari, sebagian besar akan berdampak pada organisasi e-commerce dan sumber daya manusia perusahaan, kata Jassy dalam sebuah catatan.
Dikutip dari AFP, Kamis (5/1/2023), alasan PHK Amazon dikarenakan kondisi ekonomi global yang tidak stabil. Selain itu, Amazon juga mengaku ada strategi perusahaan yang kurang tepat dengan merekrut terlalu banyak karyawan selama periode pandemi
“Ini adalah tahun yang sulit. Apalagi kami sangat banyak memperkerjakan karyawan baru selama beberapa tahun ke belakang,” kata CEO Amazon, Andy Jassy, dikutip dari AFP, Kamis (5/1/2023).
Jassy mengatakan pemangkasan ini merupakan bagian perencanaan dari 2022. Pemangkasan pun akan menyasar pada sebagian besar divisi ritel Amazon dan SDM seperti perekrutan. Sebelumnya, Jassy mengatakan di November 2022, bahwa ke depannya akan banyak pemangkasan karyawan yang terjadi pada 2023 di tim ritel dan SDM.
Jassy mengatakan ini adalah keputusan berat bagi manajemen Amazon, dan mereka bakal memenuhi hak-hak karyawan yang terdampak.
“Kami akan mendukung karyawan yang terdampak dengan menyediakan tunjangan perpisahan, transisi manfaat asuransi kesehatan, serta membantu dalam proses pencarian kerja,” kata dia.
Adapun, kabar pemangkasan ini pun dinilai positif bagi investor Amazon. Hal ini terlihat dari saham Amazon naik 2 persen setelah adanya pemberitaan ini. PHK yang dilakukan Amazon ini juga akan menjadi pemangkasan terbesar perusahaan teknologi selama adanya perlambatan ekonomi global. Meskipun begitu, Amazon mempunyai tenaga kerja yang jauh lebih besar dibandingkan perusahaan teknologi lainnya di Silicon Valley.



