RADARIDN.COM Pergantian tahun dalam kalender Tiongkok lebih dikenal dengan perayaan tahun baru Imlek. Tahun baru Imlek ini merupakan momentum yang selalu dinantikan oleh masyarakat Tionghoa khususnya. D Indonesia, banyak tradisi Imlek yang masih dijalankan dan dijaga kelestariannya. Apa saja tradisi Imlek di Indonesia yang biasa dijalankan? Ini dia 15 keunikan Tradisi Imlek di Indonesia.
1. Serba Warna Merah
Hal pertama yang identik dengan tradisi Imlek di Indonesia adalah penggunaan warna yang serba merah. Warna merah dipercaya sebagai warna pembawa keberuntungan atau pembawa hoki bagi masyarakat Tionghoa, dan Sebagian besar mempercayai bahwa warna merah adalah warna yang ditakuti oleh roh-roh jahat, sehingga Warga Tionghua mempercayai dengan menggunakan warna merah, maka mereka akan terhindar dari roh-roh jahat. Selain itu, warna merah juga melambangkan kekuatan dan kesejahteraan. Dalam perayaan Imlek, kita akan banyak menjumpai warna merah dimana-mana. Baik itu dalam dekorasi rumah, hidangan atau kue yang disajikan, hingga pakaian yang dikenakan.
2. Membersihkan Rumah
Masyarakat Tionghoa percaya dengan membersihkan rumah sebelum Imlek akan membuang segala keburukan yang menghalangi datangnya keberuntungan. Itulah mengapa sehari sebelum Imlek, masyarakat melakukan kegiatan bersih-bersih. Bukan hanya itu saja, setelah membersihkan rumah, adapula hari tertentu yang justru dilarang untuk menjadi pantangan. Pada hari pertama perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa tidak boleh menyapu rumah, karena dianggap akan menyapu keberuntungan yang masuk. Menyapu dipercayai akan membuang rejeki yang akan masuk, dan begitu juga dengan membuang sampah, dipercayai bahwa rejeki yang akan datang, akan dibuang.
3. Angpao
Salah satu tradisi Imlek di Indonesia yang paling ditunggu, khususnya oleh anak-anak dan para remaja adalah menerima angpao dari orang yang lebih tua. Angpao ini sebagai simbol pemberian rezeki kepada anak-anak dan orang tua. Angpao hanya boleh diberikan oleh orang-orang yang sudah menikah kepada orang-orang yang belum menikah saja.
Baca Juga : Tradisi Kumari, Sang ‘Dewi Hidup’ Yang Ada Di Nepal – Radar IDN
4. Kue Keranjang
Terdapat kue yang identik dengan tradisi Imlek di Indonesia yaitu kue keranjang. Kue dengan bentuk bulat ini banyak di jual di supermarket, pasar, dan mal menjelang Tahun Baru Tionghoa. Dengan cita rasa yang manis dan lengket mirip seperti kue dodol, kenikmatan kue ini sudah pasti tidak diragukan. Memakan kue keranjang di negara asalnya, Tiongkok, dianggap sebagai simbol rezeki yang lebih baik di tahun baru dan persaudaraan yang akan semakin lengket seperti kue keranjang yang mempunyai tekstur manis dan lengket.
5. Mengharapkan Turun Hujan
Selain warna merah, tahun baru Imlek juga identik dengan hujan. Masyarakat Tionghoa seringnya mengharapkan turun hujan saat tahun baru Imlek. Hal ini dipercayai bahwa dengan turunnya hujan melambangkan rezeki yang akan turun. Semakin deras Hujan yang turun, maka semakin besar rejeki yang akan turun.
6. Kumpul Keluarga
Sama seperti perayaan-perayaan lainnya, saat Imlek, juga penting untuk bisa kumpul-kumpul keluarga. Mulai dari makan bersama di malam Imlek, dilanjutkan dengan sembahyang di klenteng untuk beberapa kepercayaan yang masih menjadi tradisi hingga kini.
7. Menyalakan Kembang Api dan Petasan
Sama seperti perayaan tahun baru pada umumnya, menyalakan petasan atau kembang api juga menjadi salah satu tradisi Imlek yang selalu ada. Namun biasanya petasan untuk tahun baru Imlek dibuat dari gulungan kertas merah yang kemudian diberi bubuk mesiu. Suara petasan yang keras dipercaya dapat menakut-nakuti roh jahat dan juga binatang jahat bernama Nian. Selain itu suara petasan juga digunakan untuk menarik perhatian Guan Yu, seorang jenderal China yang sangat dihormati dan disembah sebagai dewa Tao. Namun demi keamanan, tradisi Imlek di Indonesia ini sempat dilarang pemerintah. Sebagai gantinya, biasanya perayaan Imlek akan disambut dengan pesta kembang api super meriah untuk menyemarakkan suasana Imlek.
8. Pertunjukan Barongsai
Pertunjukan barongsai merupakan tradisi Imlek di Indonesia yang sangat terkenal, sekaligus menjadi ikon dari perayaan Tahun Baru Imlek. Pertunjukan ini menjadi salah satu tradisi Imlek yang paling populer, bahkan untuk khalayak umum sekalipun. Pertunjukan ini biasanya dilakukan oleh dua orang akrobat yang mengenakan kostum naga. Satu orang akan mengisi bagian kepala dan satu lagi tubuh singa bagian belakang.
Baca Juga : Nyongkolan, Tradisi Unik Masyarakat Lombok – Radar IDN
9. Membuat Suara Bising
Tidak hanya sekedar atraksi, pertunjukan barongsai juga salah satu tujuannya untuk menimbulkan suara bisning. Berawal dari monster yang muncul dan merusak sebuah kampung di daratan China dan membuat warga di sana ketakutan. Di tengah kecemasan itu muncul singa atau barongsai yang kemudian mengusir monster tersebut. Namun monster tersebut kembali menyerang kampung penduduk, sehingga warga kemudian menyamar menjadi singa untuk menakuti monster. Dari sinilah pertunjukan barongsai tetap dilakukan sebagai simbol untuk mengusir pertanda buruk ketika menjelang perayaan Imlek.
10. Makanan Khas Imlek (Shio)
Selain kue keranjang dan jeruk yang menjadi makanan wajib, masyarakat Tionghoa juga yang menyajikan minimal 12 jenis makanan. Tentunya, melambangkan 12 macam shio dalam kepercayaan Tionghoa. Selain melambangkan shio, masing-masing makanan tersebut juga memiliki makna tersendiri. Misalnya, ayam utuh yang melambangkan kemakmuran keluarga dan mie panjang yang melambangkan panjang umur atau ada juga kue lapis legit yang dimaksudkan sebagai rezeki yang berlapis-lapis.
11. Tidak Boleh Membalik Ikan
Keunikan tradisi Imlek lainnya adalah kita dilarang mengambil daging ikan pada bagian bawah. Kita juga diharuskan menyisakan ikan yang disantap untuk dinikmati keesokan harinya. Serta kepala Ikan dipersembahkan untuk orang yang paling tua di dalam keluarga. Masyarakat Tionghoa percaya kalau kebiasaan ini merupakan lambang dari keborosan untuk tahun yang akan datang. Dan berawal dari cerita seorang nelayan di Hongkong,yang dipercayai jika membalik Ikan, maka suami yang sedang melaut, kapalnya bisa terbalik.
12. Tradisi Yu Sheng
Tradisi Imlek di Indonesia selanjutnya adalah makan Yu Sheng. Tradisi Yu Sheng adalah tradisi yang dilakukan untuk menyambut tahun baru Imlek yang berhubungan dengan hidangan khusus di pergantian tahun. Sesuai tradisi, menu ini wajib dihadirkan dan disantap dengan iringan doa syukur atas rezeki yang telah diberikan. Doa pengiring Yu Sheng bertujuan agar keluarga yang menyantap Yu Sheng mendapat rezeki yang lebih baik di tahun yang baru. Dalam tradisi ini makanan akan disajikan dalam satu piring Yu Sheng. Di piring tersebut ada beberapa makanan dingin seperti irisan ikan salmon, wortel, dan salad lain. Lalu diberikan saus wijen, buah plum, dan sebagainya. Makanan ini lalu akan diaduk bersama, mengangkatnya dengan sumpit setinggi-tingginya sambil mengucapkan “Lao Qi” atau “Lao Hei”, baru dimakan.
13. Membaca Ramalan Shio
Shio adalah ramalan kepercayaan orang Tionghoa setiap tahunnya. Membaca ramalan shio juga cukup penting dalam tradisi Imlek di Indonesia.
14. Gantungan Dewa-Dewi di Pintu
Aksesoris khas Imlek akan sering dijumpai di dinding ataupun pintu rumah. Salah satunya dikenal sebagai mén shén dan berasal dari Dinasti Tang. Ini adalah aksesori berupa gantungan untuk menjaga pintu atau dikenal sebagai ‘dewa pintu’. Tujuannya yakni untuk menangkal roh jahat dalam melindungi anggota keluarga.
15. Ibadah di Kuil
Ibadah di kuil menjadi tradisi Imlek yang menjadi kewajiban setiap tahunnya. Biasanya, ini akan dilakukan di hari ketiga saat tahun baru China nanti. Selain untuk beribadah, ini juga untuk menyaksikan aneka tarian budaya. Seperti barongsai ataupun tarian naga lain yang dibawa cukup meriah.
Itulah 15 tradisi-tradisi yang masih banyak dilakukan masyarakat Tionghoa yang tinggal di Indonesia.



