Sunday, September 13, 2026
spot_img
HomeLifestyleKacau, Calo Tiket ColdPlay Pakai Bot Saat War.

Kacau, Calo Tiket ColdPlay Pakai Bot Saat War.

RADARIDN.COM Kabar mengenai penggunaan bot saat war tiket Coldplay pada 17-18 Mei 2023 beredar di media sosial Twitter—konser Coldplay digelar pada 15 November 2023. Seorang pengguna Twitter dengan akun @martabakiju mengeluhkan hal itu melalui cuitannya. “Kalau e-ticketing belum bisa mengatasi bot gini hapus sajalah sistem ticket war online, balik saja ke antre fisik,” cuit dia pada 17 Mei 2023 lalu.

Akun itu juga mengunggah sebuah video berdurasi 24 detik yang menggambarkan situasi penggunaan bot di sebuah tempat dengan beberapa unit komputer yang dipantau pembeli tiket Coldplay. Komputer-komputer tersebut terlihat bekerja dan melakukan transaksi pembelian tiket konser Coldplay.

“Antre tiket fisik calonya orang beneran, keliatan, bisa diidentifikasi dan dihitung. Ticket war online calonya bot dan bisa direplikasi sesuka hati. Bobrok,” cuit @martabakiju lebih jauh soal dugaan kecurangan dalam war tiket Coldplay yang lalu.

Pakar keamanan siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha menanggapi ramainya penggunaan program bot di penjualan tiket konser Coldplay atau war tiket. Tiket konser band asal Inggris itu dilakukan pada 17-18 Mei 2023 lalu, sedangkan konsernya digelar pada 15 November 2023

Menurut dia, dengan menggunakan bot, satu orang bisa mengoperasikan beberapa perangkat sekaligus. Sehingga memiliki kesempatan untuk memenangkan tiket lebih besar daripada jika satu orang hanya menggunakan satu perangkat. 

Baca Juga : Benarkah ColdPlay Akan Konser Di Indonesia Tahun Ini ?? – Radar IDN

“Mungkin karena aspek inilah penggunaan bot pada saat ada presale dianggap sebagai suatu kecurangan,” tutur dia.

Pratama Persadha mengatakan program bot seperti saat war tiket konser Coldplay biasanya digunakan para calo. Tujuannya untuk mendapatkan tiket, lalu dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Menurut Pratama, hal itu sangat merugikan untuk calon pembeli tiket lainya. Namun sayangnya di Indonesia hal ini tidak dianggap sebagai sebuah kejahatan yang dapat dihukum.

“Selama calo tiket tersebut tidak melakukan pemaksaan pada saat penjualan tiket, serta tiket yang dijual adalah tiket asli,” ujar dia.

Ia lalu membandingkan dengan beberapa negara yang menjatuhkan sanksi kepada para calo yang memanfaatkan momen seperti konser Coldplay itu. Salah satunya Taiwan yang memberikan hukuman penjara tiga tahun serta denda sebesar 50 kali lipat dari harga tiket asli. 

Sumber : Tempo

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments