RADARIDN.COM PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat kinerja keuangan positif pada 2025. Perseroan mencatat pendapatan tumbuh 5,98% dan laba naik 7.697% sepanjang 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (27/3/2026), PT Darma Henwa Tbk meraup pendapatan Rp 6,39 triliun pada 2025. Pendapatan naik 5,98% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,03 triliun.
Di tengah kenaikan pendapatan itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 7.697% menjadi Rp 4,30 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 55,23 miliar.
Perseroan menyatakan, kinerja pertumbuhan laba dan pendapatan itu seiring meningkatnya kapasitas in-house fleet dan implementasi efisiensi operasional di seluruh proyek. Peningkatan pendapatan ini juga didorong oleh kenaikan volume produksi perseroan di mana waste removal naik menjadi 138,6 juta bcm, naik 3,2% Year on Year (YoY) dengan volume produksi batu bara sebesar 17 juta ton, susut 1,5% YoY.
Baca Juga :Astra (ASII) Lanjutkan Buyback Saham, Siapkan Rp 2 T di Kuartal II 2026 – Radar IDN
Direktur PT Darma Henwa Tbk, Ricardo Silaen menuturkan, lonjakan margin dan laba bersih ini menegaskan transformasi Darma Henwa berjalan di arah tepat dan menghasilkan dampak-nya. Ke depan, perseroan berkomitmen untuk memperkuat kemampuan operasional melalui penambahan armada produksi, digitalisasi proses tambang, serta peningkatan standar good mining practices.
“Fokus kami adalah mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan sambil terus memperkuat tata kelola perusahaan. Darma Henwa siap memasuki fase ekspansi baru dengan pondasi keuangan yang lebih solid daripada sebelumnya,” kata dia.
Beban pokok pendapatan turun 2,89% menjadi Rp 5,43 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 5,59 triliun.
Margin laba kotor meningkat tajam dari 7,3% menjadi 15,1% di 2025. Seiring hal itu laba bruto perseroan naik 118,94% menjadi Rp 962,17 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 439,46 miliar.
Mengutip keterangan resmi perseroan, laba operasi tumbuh menjadi Rp 726,4 miliar atau naik 119,9% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 206,0 miliar. EBITDA melonjak menjadi Rp 1.752 miliar, dari sebelumnya Rp 865,2 miliar pada 2024.
Sumber: :Liputan6



