RADARIDN.COM PT Astra International Tbk (ASII) berencana mengalokasikan sekitar Rp8 triliun untuk program pembelian kembali saham atau buyback dalam 12 bulan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat disiplin alokasi modal sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Presiden Direktur ASII, Rudy menyampaikan bahwa perseroan telah melakukan tinjauan strategis secara menyeluruh dan mereposisi fokus bisnis untuk mendorong pertumbuhan, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.
Presiden Direktur ASII, Rudy menyampaikan bahwa perseroan telah melakukan tinjauan strategis secara menyeluruh dan mereposisi fokus bisnis untuk mendorong pertumbuhan, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.
Baca Juga :Woow, Laba Bersih Emiten DEWA Melonjak 7.697% pada 2025 – Radar IDN
“Secara historis, Astra memiliki bisnis yang terdiversifikasi yang menjadi nilai tambah bagi perusahaan hingga hari ini. Seiring dengan perkembangan dinamika pasar, Astra mereposisi strateginya dengan memberikan fokus pada portofolio bisnis utama,” kata Rudy dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (26/5/2026).
Manajemen berharap strategi tersebut dapat memperkuat kualitas portofolio bisnis dan meningkatkan efisiensi modal, yang menghasilkan pertumbuhan laba serta nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Rudy menjelaskan, ASII akan memprioritaskan tiga bisnis utama, yakni otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan, yang berkontribusi sekitar 90% terhadap laba perusahaan.
Di sektor otomotif, Astra akan mengoptimalkan seluruh ekosistem, mulai dari penjualan kendaraan baru dan bekas, suku cadang, hingga layanan purna jual. Sementara pada bisnis jasa keuangan, perusahaan akan memaksimalkan potensi ekosistem melalui berbagai produk dan layanan untuk beragam segmen pelanggan.
Sumber :Bloomberg Techno



