Sunday, September 13, 2026
spot_img
HomeEconomyWarning..!!! Silicon Valley Bank Bangkrut, Bagaimana Nasib Pasar Saham ??

Warning..!!! Silicon Valley Bank Bangkrut, Bagaimana Nasib Pasar Saham ??

RADARIDN.COM Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street anjlok pada perdagangan saham Jumat, 10 Maret 2023. Koreksi wall street terjadi seiring pemberi pinjaman yang fokus pada teknologi Silicon Valley Bank tutup menyusul kerugian dalam portofolio obligasi.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (11/3/2023), hal ini mendorong kegagalan bank terbesar sejak krisis keuangan global dan mengirimkan gelombang kejutan melalui sektor perbankan.

Kasus SVB sendiri menjadi kegagalan perbankan AS terbesar sejak krisis keuangan 2008 dan terbesar kedua yang pernah ada di Negeri Paman Sam. Berikut bagaimana kronologi bank terbesar di AS tersebut bisa kolaps, sebagaimana dilaporkan CNBC International.

Penurunan spiral perusahaan dimulai Rabu malam, di mana bank mengejutkan investor dengan berita bahwa perusahaan perlu mengumpulkan US$2,25 miliar untuk menopang neraca keuangannya.

Akar keruntuhan SVB berasal dari dislokasi. Ketika klien pemula menarik simpanan untuk menjaga perusahaan mereka tetap bertahan di lingkungan untuk IPO dan penggalangan dana pribadi, SVB mendapati dirinya kekurangan modal.

Baca Juga : Siap-Siap Traders, Jam Perdagangan Normal dan ARB Kembali Simetris. – Radar IDN

Sehingga itu telah dipaksa untuk menjual semua obligasi yang tersedia untuk dijual dengan kerugian US$ 1,8 miliar, menurut bank.

Kebutuhan mendadak akan modal segar, yang datang setelah runtuhnya bank Silvergate yang berfokus pada crypto, memicu gelombang penarikan deposit dari SVB pada Kamis. Ini terjadi karena VC menginstruksikan perusahaan portofolio mereka untuk memindahkan dana, menurut orang yang mengetahui masalah tersebut.

Beberapa saham bank berulang kali dihentikan pada perdagangan Jumat, 10 Maret 2023 termasuk First Republic, Pacwest, dan Signature Bank yang fokus pada kripto. Saham First Republic susut 14,8 persen dan saham PacWest terpaangkas 37,9 persen. Sejumlah saham bank mengalami kerugian lebih kecil bahkan ketika kejatuhan SVB mendatangkan malapetaka pada saham lainnya.

Saham Goldman Sachs dan Bank of America masing-masing turun 4,2 persen dan 0,9 persen Saham JPMorgan naik 2,5 persen.

“Ini adalah buku permainan, di mana pelaku pasar dan investor jangka pendek tidak ingin berlama-lama pada akhir pekan,” ujar Chief Market Strategist The Colony Group Rich Steinberg.

Gejolak di antara saham bank membayangi laporan pekerjaan pada Februari yang memberi beberapa petunjuk inlfasi dapat melambat. Daftar gaji meningkat lebih dari yang diperkirakan, tetapi investor fokus pada kenaikan upah lebih kecil dari perkiraan yang dapat menyebabkan the Federal Reserve (the Fed) kembali memikirkan sikap agresifnya terhadap kenaikan suku bunga.

Kegagalan Silicon Valley Bank pada Jumat, 10 Maret 2023 juga merugikan industri yang berkaitan dengan ilmu kedokteran dari pada perbankan, keuangan dan bioteknologi.

Sejak The Fed memberlakukan kebijakan moneter suku bunga pada 1990, The Fed tidak pernah menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps selama empat kali beruntun.

Kenaikan agresif The Fed ini hanya berselang dua tahun setelah The Fed secara agresif menurunkan suku bunga karena pandemi Covid-19. Suku bunga diturunkan hingga 0-0,25% atau level terendah sepanjang sejarah

Kenaikan suku bunga The Fed yang agresif membuat rencana penawaran saham perdana (IPO) start up tertunda. Kondisi ini membuat pengumpulan dana di luar IPO semakin mahal.

Hingga Kamis (9/3/2023), penarikan modal dari SVB menembus US$ 42 miliar atau Rp 648,69 triliun. SVB pun terpaksa menjual kepemilikan obligasi mereka senilai US$ 21 miliar atau Rp 324,5 triliun untuk mendapatkan dana.
Sebagian besar obligasi yang dimiliki SVB adalah surat utang pemerintah AS.

Namun, dengan kondisi saat ini, penjualan bond malah membuat bank tersebut rugi hingga US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 27,8 triliun.

Sumber : CNBC

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments