RADARIDN.COM Saham emiten pertambangan emas secara mayoritas terpantau bergerak di zona hijau pada awal perdagangan sesi I Senin (16/1/2023), di tengah masih positifnya harga emas belakangan ini. Hingga pukul 11:30 WIB, mayoritas saham emiten tambang emas terpantau menghijau.
Berikut pergerakan saham emiten tambang emas pada perdagangan sesi I hari ini :
| Saham | Kode Saham | Harga Terakhir | Perubahan |
| J Resources Asia Pasifik | PSAB | 148 | 19,35% |
| Archi Indonesia | ARCI | 390 | 15,38% |
| Bumi Resources Minerals | BRMS | 175 | 11,46% |
| Aneka Tambang | ANTM | 2.160 | 0,47% |
| Merdeka Copper Gold | MDKA | 4.560 | 1,33% |
| Wilton Makmur Indonesia | SQMI | 70 | 9,38% |
| United Tractor | UNTR | 24200 | 0,21% |
Saham pertambangan emas kembali cerah seiring masih positifnya harga emas dunia, meski pada hari ini cenderung terkoreksi tipis. Pada perdagangan hari ini pukul 06:02 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.919,92 per troy ons. Harganya melemah tipis 0,02%.
Namun, harga emas masih menguat 2,6% secara point-to-point dalam sepekan terakhir. Harga emas juga melonjak 7,1% sementara dalam setahun terakhir masih menanjak 5,5%.
Analis Commerzbank mengatakan reli pada emas pekan lalu adalah hal luar biasa. Namun, investor sepertinya kini akan menahan diri terlebih dahulu.
Baca juga : Ternyata Ini Biang Kerok IHSG Anjlok – Radar IDN
“Kami yakin pelaku pasar emas akan mengambil nafas dulu sampai kemudian semua kebijakan moneter di AS menjadi jelas. Pasar kini mempertimbangkan mana proyeksi kebijakan moneter yang lebih akurat,” tutur Commerzbank, dikutip dari Reuters.
Seperti diketahui, reli pada harga emas ditopang oleh laju inflasi AS yang terus melandai. Inflasi AS melandai ke 6,5% (year-on-year/yoy) pada Desember 2022 dari 7,1% (yoy) pada November 2022. Inflasi tersebut adalah yang terendah sejak Oktober 2021.
Secara bulanan (month-to-month/mtm), AS bahkan mencatatkan deflasi 0,1% pada Desember. Deflasi ini adalah yang pertama kalinya terjadi sejak Mei 2020.
Baca Juga : Emak-Emak Happy, Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 7.000 Menjadi Rp 1.042.000 Per Gram – Radar IDN
Melandainya inflasi ini tentu saja menjadi kabar positif bagi pelaku pasar emas. Dengan inflasi yang terus melandai, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bisa semakin melonggarkan kebijakan moneter mereka.
Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group pasar melihat The Fed akan menaikkan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada Februari dan Maret 2022.
The Fed juga diperkirakan akan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin pada September 2022.
Sumber : CNBC



