Sunday, September 13, 2026
spot_img
HomeEconomyMantap, Emiten Saham Emas Kompak Naik

Mantap, Emiten Saham Emas Kompak Naik

RADARIDN.COM Saham emiten pertambangan emas secara mayoritas terpantau bergerak di zona hijau pada awal perdagangan sesi I Senin (16/1/2023), di tengah masih positifnya harga emas belakangan ini. Hingga pukul 11:30 WIB, mayoritas saham emiten tambang emas terpantau menghijau.

Berikut pergerakan saham emiten tambang emas pada perdagangan sesi I hari ini :

SahamKode SahamHarga TerakhirPerubahan
J Resources Asia PasifikPSAB14819,35%
Archi IndonesiaARCI39015,38%
Bumi Resources MineralsBRMS17511,46%
Aneka TambangANTM2.1600,47%
Merdeka Copper GoldMDKA4.5601,33%
Wilton Makmur IndonesiaSQMI709,38%
United TractorUNTR242000,21%
Sumber : RTI

Saham pertambangan emas kembali cerah seiring masih positifnya harga emas dunia, meski pada hari ini cenderung terkoreksi tipis. Pada perdagangan hari ini pukul 06:02 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.919,92 per troy ons. Harganya melemah tipis 0,02%.

Namun, harga emas masih menguat 2,6% secara point-to-point dalam sepekan terakhir. Harga emas juga melonjak 7,1% sementara dalam setahun terakhir masih menanjak 5,5%.

Analis Commerzbank mengatakan reli pada emas pekan lalu adalah hal luar biasa. Namun, investor sepertinya kini akan menahan diri terlebih dahulu.

Baca juga : Ternyata Ini Biang Kerok IHSG Anjlok – Radar IDN

“Kami yakin pelaku pasar emas akan mengambil nafas dulu sampai kemudian semua kebijakan moneter di AS menjadi jelas. Pasar kini mempertimbangkan mana proyeksi kebijakan moneter yang lebih akurat,” tutur Commerzbank, dikutip dari Reuters.

Seperti diketahui, reli pada harga emas ditopang oleh laju inflasi AS yang terus melandai. Inflasi AS melandai ke 6,5% (year-on-year/yoy) pada Desember 2022 dari 7,1% (yoy) pada November 2022. Inflasi tersebut adalah yang terendah sejak Oktober 2021.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), AS bahkan mencatatkan deflasi 0,1% pada Desember. Deflasi ini adalah yang pertama kalinya terjadi sejak Mei 2020.

Baca Juga : Emak-Emak Happy, Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 7.000 Menjadi Rp 1.042.000 Per Gram – Radar IDN

Melandainya inflasi ini tentu saja menjadi kabar positif bagi pelaku pasar emas. Dengan inflasi yang terus melandai, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bisa semakin melonggarkan kebijakan moneter mereka.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group pasar melihat The Fed akan menaikkan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada Februari dan Maret 2022.

The Fed juga diperkirakan akan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin pada September 2022.
Sumber : CNBC

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments