RADARIDN.COM PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) resmi melantai di Bursa, Jumat (24/2/2023). Sahamnya justru bergerak di zona merah. Pada pukul 11.30 WIB, saham PGEO terpantau turun 6,86 persen atau 60 poin ke Rp 815 dari harga penawaran awal Rp875. Sepanjang pagi ini, saham PGEO bergerak di rentang Rp815-Rp925.
Kapitalisasi pasarnya senilai Rp33,94 triliun. Total transaksinya mencapai Rp174,62 miliar dalam 12.997 kali transaksi.Â
Perseroan menawarkan ke masyarakat sebanyak 10,35 miliar saham biasa atas nama, yang mewakili sebesar 25,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan dan ditawarkan dengan Harga Penawaran Rp875 setiap saham. Perseroan telah melaksanakan Penawaran Umum sejak 20 – 22 Februari 2023 dan berhasil meraih dana sebesar Rp9,05 triliun.
Baca Juga : Lo Kheng Hong Berkunjung Ke Emiten ANJT, Apakah Masuk Kategori Saham Undervalue ? – Radar IDN
Lebih lanjut Perseroan juga mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 1,50 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham atau sebanyak banyaknya 630.398.000 saham untuk Program Opsi Pembelian Saham Kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan (Management and Employee Stock Option Program/ MESOP).
Direktur Utama PGEO Ahmad Yuniarto mengatakan pelepasan saham perdana atau IPO (initial public offering) untuk mendukung rencana Perseroan mengembangkan kapasitas terpasang Perseroan sebesar 600 MW hingga 2027 mendatang.
Perseroan menargetkan untuk meningkatkan basis kapasitas terpasangnya yang dioperasikan sendiri, dari 672MW saat ini menjadi 1.272MW pada tahun 2027. Selain juga mendukung ambisi PGE untuk terus tumbuh dan mengembangkan seluruh value chain dari sumber daya panas bumi Indonesia
Baca Juga : PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) Dalam Tahap Penjajakan Untuk Menjadi Papan Pengembangan. – Radar IDN
Dalam penawaran umum perdana saham, PGE menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, dan PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. PGE juga menunjuk CLSA, Credit Suisse, dan HSBC sebagai international selling agents.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Ahmad Yuniarto mengatakan, aksi korporasi IPO ini merupakan rencana pengembangan kapasitas terpasang Perseroan sebesar 600 MW hingga 2027 mendatang.
Sumber : Bisnis



