Sunday, September 13, 2026
spot_img
HomeEconomyLo Kheng Hong Berkunjung Ke Emiten ANJT, Apakah Masuk Kategori Saham Undervalue...

Lo Kheng Hong Berkunjung Ke Emiten ANJT, Apakah Masuk Kategori Saham Undervalue ?

RADARIDN.COM PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) Ditutup naik +6.99% Rabu 22-02-2023. Kunjungan Lo Kheng Hong ke emiten ANJT Membuat Saham emiten tersebut diapresiasi pelaku pasar.

Secara valuasi saham perkebunan kelapa sawit terpantau diperdagangkan dengan PER di bawah 10 kali dan sebanyak 11 emiten memiliki PBV di bawah 1 kali. Saham UNSP, PALM, dan SMAR terpantau memiliki PER terendah. Sementara itu, untuk PBV terendah ditempati oleh SIMP, ANJT, dan LSIP.

Sumber: Bursa Efek Indonesia, dihimpun oleh Dataindonesia.id

*EPS yang digunakan BEI dalam menghitung PER diperoleh dengan membagi trailing 12 bulan atas laba periode berjalan yang didistribusikan kepada entitas pemilik dengan jumlah saham tercatat.

Sebanyak 19 dari 33 saham emiten perkebunan kelapa sawit terpantau diperdagangkan dengan price to earning ratio (PER) di bawah 10 kali dan sebanyak 11 emiten memiliki price to book value (PBV) di bawah 1 kali. Meski bukan satu-satunya, dua indikator itu seringkali turut dijadikan rujukan untuk melihat mahal atau murahnya valuasi suatu saham.

Baca Juga : Ada Sosok Lo Kheng Hong Di Listing Pertama Saham PEVE Hari ini. – Radar IDN

Berdasarkan data BEI yang dihimpun oleh DataIndonesia.Id pada Rabu (8/2), tiga emiten sektor perkebunan kelapa sawit yang memiliki PER terendah ditempati oleh emiten UNSP, PALM, dan SMAR. Sementara itu, saham dengan PBV terendah ditempati oleh emiten SIMP, ANJT, dan LSIP.

Sumber: Bursa Efek Indonesia, dihimpun oleh Dataindonesia.id

*BV yang dipakai dalam menghitung PBV diperoleh dengan membagi total ekuitas dengan jumlah saham tercatat.

Sementara itu untuk PBV, tercatat hanya sebelas semiten sektor perkebunan kepala sawit yang memiliki rasio harga saham terhadap nilai buku di bawah 1 kali. PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) tercatat menjadi emiten sektor perkebunan kelapa sawit yang memiliki PBV terendah sebesar 0,33 kali dengan PER tercatat 4,24 kali. Diikuti oleh PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) yang membukukan PBV 0,36 kali dan nilai PER ANJT tercatat 4,48 kali.

Seperti diketahui price to earning ratio (PER) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih. Apabila dirumuskan secara matematis, PER dapat diformulasikan sebagai harga saham dibagi earning per share (EPS). Sehingga nilai PER mengindikasikan bahwa harga saham saat ini setara dengan berapa kali pendapatan bersih selama satu tahun.   

Saham dengan PER yang tinggi bisa menunjukkan bahwa saham tersebut bernilai tinggi karena terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Namun jika terlalu tinggi, saham tersebut dinilai memiliki valuasi harga yang terlalu tinggi atau overvalued. Sebaliknya, saham dengan PER rendah menunjukkan saham tersebut masih diperdagangkan di bawah harga pasar sehingga berpotensi menghasilkan keuntungan kepada investor.    

Baca Juga : PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) Dalam Tahap Penjajakan Untuk Menjadi Papan Pengembangan. – Radar IDN

Sementara itu, price to book value (PBV) merupakan rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan. Rasio keuangan ini umumnya dipakai investor ketika menganalisis harga suatu saham untuk melihat apakah harga saham saat ini sedang dijual murah atau mahal. Cara menemukan PBV adalah dengan membagi harga saham saat ini dengan nilai buku per lembar saham (book value per share) perusahaan. BV sendiri diperoleh dengan cara membagi nilai ekuitas perusahaan dengan total jumlah saham yang beredar.   

Secara umum, saham dengan nilai PBV di atas 1 dianggap mahal karena mencerminkan harga saham yang melebihi nilai buku perusahaan. Sebaliknya, saham dengan nilai PBV kurang dari 1 dianggap murah sehingga banyak diburu investor. Namun demikian mengukur tingkat PER dan PBV juga perlu dilihat berdasarkan sektor usaha yang sama.    

Meskipun bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan, tetapi nilai PER dan PBV yang rendah bukanlah satu-satunya acuan mutlak untuk menentukan valuasi suatu saham. Ada hal-hal lainnya yang juga perlu dicermati seperti kinerja usaha, prospek pertumbuhan bisnis, dan lainnya.

Sumber : dataindonesia.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments