RADARIDN.COM Pada tengah-tengah dunia bisnis yang penuh dengan tantangan dan peluang, kontroversi muncul saat pemegang saham GoTo, SoftBank Vision Fund, mengambil langkah drastis dengan menggugat perusahaan media sosial IRL. Gugatan ini meruncing pada tuduhan bahwa IRL (In Real Life) telah menggelembungkan angka pengguna untuk menarik minat investor, termasuk SoftBank, dalam memberikan pendanaan.
Melalui gugatan yang diajukan di pengadilan federal San Francisco, Amerika Serikat, SoftBank Vision Fund menuding IRL melakukan manipulasi data kinerja perusahaan, termasuk meragukan kebenaran angka aktivitas pengguna.
Tuduhan yang dilontarkan oleh SoftBank Vision Fund menegaskan bahwa IRL sengaja menggembungkan angka pengguna dengan mengandalkan akun palsu (bots) untuk memberikan ilusi kepopuleran dan memikat investor potensial. Kepura-puraan ini, sesuai gugatan, menciptakan citra palsu tentang kinerja perusahaan dan potensinya di pasar.Berita ini telah terbit pada situs beritainvestor.id. Baca lebih lengkap pada https://beritainvestor.id/investor-goto-gugat-irl-dengan-dugaan-manipulasi-data-pengguna/
Sebagai informasi, SoftBank Vision Fund merupakan investor utama dalam Tokopedia dan menjadi pemegang saham signifikan dalam GoTo setelah merger antara Tokopedia dan Gojek. Selain itu, beberapa perusahaan lain yang ada di portofolio SoftBank Vision Fund dan beroperasi di Indonesia adalah Grab, e-Fishery, Funding Societies (Modalku), OYO, Carro, dan Advance Intelligences.
Baca Juga: Ampuun !!! Saham GOTO Semakin Menjauh Naik Dari Harga 100. – Radar IDN
Namun, ada beberapa rumor yang membuat saham GOTO merana pada hari ini, mulai dari bocornya kinerja keuangan GOTO pada semester I-2023, di mana dalam rumor tersebut, rugi GOTO kembali membengkak, yakni menjadi sekitar Rp 10 triliun.
Selain rumor bocornya kinerja keuangan GOTO pada semester I-2023, investor juga mengaitkan masalah terkait kasus kebohongan perusahaan media sosial IRL.
Pemegang saham GoTo, SoftBank Vision Fund, menggugat IRL dan menuduh IRL berbohong soal angka pengguna demi merayu investor memberikan pendanaan, termasuk SoftBank.



