RADARIDN.COM PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) resmi melantai di bursa hari ini, Rabu (12/4/2023) melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO). Saham NCKL tidak menyentuh auto rejection atas atau ARA namun mampu naik tipis setelah sempat dibuka di zona merah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pukul 16.15, WIB, harga saham NCKL terpantau naik +4,40 persen atau +55 poin ke Rp1.305 per saham dari harga pembukaann di Rp1.260. Harga sahamnya sempat turun dan bergerak di kisaran Rp1.205.
NCKL menawarkan sebanyak 7.997.600.000 saham dengan nominal Rp100 per saham atau setara dengan 12,67 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Adapun, harga final yang ditetapkan Perseroan dalam aksi korporasi ini sebesar Rp1.250 per saham.
Dengan demikian, dari hasil IPO saham ini, NCKL berhasil memperoleh tambahan modal sebesar Rp9,997 triliun.
Baca Juga :Hari Pertama Listing Solid AR A, Saham PIPA Lanjut AR A Besok ?? – Radar IDN
Presiden Direktur NCKL, Roy A. Arfandy mengatakan, Perusahaan juga mengalokasikan saham sekitar 35 juta saham dari jumlah saham IPO untuk program alokasi saham kepada karyawan Perseroan (Employee Stock Allocation, ESA), di mana harga pelaksanaan ESA sama dengan harga penawaran.
Menurut Roy, IPO saham Perseroan mendapatkan respons yang sangat positif dari pasar. Terbukti, selama masa periode penawaran umum dari tanggal 5 sampai 10 April 2023 saham NCKL mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sehingga sesuai dengan ketentuan pelaksanaan distribusi saham melalui platform e-IPO porsi alokasi pooling yang dipersyaratkan adalah sebesar 5 persen.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih terhadap tingginya antusiasme investor terhadap IPO NCKL. Terjadinya oversubscribed merupakan wujud nyata kepercayaan yang diberikan oleh investor terhadap prospek cerah industri pengolahan nikel yang dikelola oleh Perseroan,” jelas Roy dalam keterangan pers, usai seremonial pencatatan saham Perseroan di gedung BEI Jakarta, Rabu (12/4/2023).
Roy menambahkan, dana yang diperoleh dari hasil IPO rencananya sebesar 50,4 persen akan digunakan NCKL untuk keperluan entitas anak dan entitas asosiasi yang akan disalurkan melalui modal dan pinjaman. Sementara lebih dari 40 persen dana untuk membayar utang, dan sisanya untuk belanja modal dan modal kerja.
Baca Juga :Woow, Ada Transaksi Nego Jumbo INCO Rp12 T, MIND ID Masuk ? – Radar IDN
Dalam IPO ini, Perseroan menunjuk PT BNP Paribas Sekuritas Indonesia, PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Sedangkan, untuk Penjamin Emisi Efek dipercayakan kepada PT UOB Kay Hian Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia.
Merujuk riset yang dilakukan AME Mineral Economics Pty Ltd (AME), berdasarkan ekspektasi produksi volume nikel tambang Perseroan pada tahun 2022, NCKL diharapkan menjadi emiten produsen nikel murni terbesar di Indonesia dibandingkan perusahaan tambang nikel tercatat lainnya.
Sumber : Bisnis.com



