Sunday, September 13, 2026
spot_img
HomeEconomyBreaking News: Sri Mulyani Resign dari Kemenkeu, Saham Rokok Auto Meroket!

Breaking News: Sri Mulyani Resign dari Kemenkeu, Saham Rokok Auto Meroket!

RADARIDN.COM Saham emiten rokok kompak melejit pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (8/9/2025). Hal ini bertepatan dengan pengumuman reshuffle Menteri Keuangan Sri Mulyani yang digantikan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa.

Menariknya, lonjakan saham rokok ini terjadi saat indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 1,28% ke 7.766,84. Sebaliknya, saham PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melejit 12,50% ke Rp9.900, saham PT H.M Sampoerna Tbk. (HMSP) meningkat 17,76% ke Rp630, saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (WIIM) naik 16,35% ke Rp925, dan saham PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC) naik 11,61% ke Rp250.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta menilai kondisi tersebut mengindikasikan respons pasar yang berekspektasi Menteri Keuangan yang baru lebih longgar dalam menetapkan kebijakan cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok.

Baca Juga :https://radaridn.com/economy/woow-rugi-goto-susut-78-jadi-rp-di-semester-i-ebitda-berbalik-positif/

Setidaknya dalam lima tahun terakhir, Kementerian Keuangan yang dipimpin Sri Mulyani telah menggenjot cukai rokok 67,5% sejak 2020. Tepatnya, rata-rata kenaikan cukai rokok pada 2020 sebesar 23%, kemudian naik lagi 12,5% pada 2021, selanjutnya pada 2022 cukai rokok meningkat lagi rata-rata sebesar 12%. Berikutnya, pada 2023 dan 2024 cukai rokok naik rata-rata 10%. Sedangkan di 2025, pemerintah tidak menaikkan cukai rokok.

“Dulu Sri Mulyani sangat pro terhadap kebijakan kenaikan cukai rokok. Saat ini market akan melihat Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru ini bisa menerapkan kebijakan cukai rokok yang fleksibel,” kata Nafan, Senin (8/9/2025).

Sumber: Bisnis

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments