RADARIDN.COM PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), emiten hotel dan resor milik Happy Hapsoro, membalik rugi tahun lalu menjadi laba bersih Rp81,7 miliar pada semester I 2025.
Berdasarkan laporan keuangan terbarunya, laba bersih BUVA melonjak 986,9% jika dibandingkan dengan rugi bersih Rp9,1 miliar yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.
Padahal, pendapatan Perseroan hanya tumbuh 5,3% menjadi Rp166,1 miliar di akhir Juni 2025.
Segmen hotel menjadi penopang kinerja BUVA di semester I tahun ini—mencetak Rp160,5 miliar, sedangkan segmen restoran menyumbang Rp5,6 miliar pendapatan.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang terbatas, laba usaha pun turun 6,5% menjadi Rp23,4 miliar akibat tekanan beberapa pos beban dan pendapatan lain yang menyusut.
Namun, menurut laporan keuangannya, BUVA berhasil meraup kontribusi signifikan dari bagian laba atas entitas asosiasinya di periode ini.
Entitas asosiasi yang dimaksud adalah PT Kharisma Jawara Abadi (KJA), PT Bukit Savanna Raya (BSR), serta PT Mitra Banyuwangi Selaras (MBS).
Baca Juga: https://radaridn.com/economy/merdeka-gold-emas-listing-di-bei-besok-mampu-bertahan-ar-a/
BUVA tercatat memiliki 16,3% KJA, 50% BSR, dan 32,02% MBS. Dengan demikian, dari kerugian Rp9,5 miliar di semester I 2024, BUVA kini meraup laba Rp77,1 miliar dari entitas asosiasinya.
Dengan demikian, laba bersih BUVA berhasil meroket nyaris 1000% secara tahunan pada periode ini.
Capaian ini seakan disambut antusias oleh pasar. Harga saham BUVA terpantau ikut melonjak 7,4% ke level Rp580 per lembar pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Kamis (2/10).
Sejak awal tahun, harga saham BUVA bahkan sudah genap naik 900%.
Berdasarkan data IDNFinancials.com, tren kenaikan saham ini terlihat dari pertengahan Juli, ketika pemegang saham merestui aksi rights issue 4,8 miliar lembar saham BUVA, yang dananya akan dialokasikan untuk ekspansi bisnisnya.
Sebagai catatan, 74,9% saham BUVA dimiliki Happy Hapsoro, pebisnis sekaligus suami Puan Maharani, Ketua DPR RI—baik secara langsung sebesar 7,9%, maupun tidak langsung melalui PT Nusantara Utama Investama sebesar 67%. Sisa 25,1% dimiliki oleh publik. (ZH)
Sumber:IdnFinancial



