RADARIDN.COM Nama Indonesia kembali diharumkan oleh siswa SD asal NTT, Caesar Archangel Hendrik Meo Tnunay alias Nono yang berumur 8 tahun, meraih Juara 1 kompetisi matematika dan sempoa internasional atau Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition.
Nono mengalahkan 7.000 peserta dari seluruh dunia. Juara 2 disabet peserta dari Qatar dan Juara 3 peserta dari Amerika Serikat. Nono merupakan anak pertama dalam sejarah Indonesia yang berhasil menjuarai kompetisi tersebut sejak diselenggarakan pada 2003.
Abacus World Competition adalah kompetisi matematika yang diikuti oleh siswa Abacus Gym di seluruh dunia. Adapun pemenang dari perlombaan ini dihitung berdasarkan skor yang dihitung dari jumlah file yang dikerjakan oleh siswa selama satu tahun. Satu file terdiri dari 10 soal. Pada kompetisi tersebut, Nono berhasil menyelesaikan 15.201 file dalam jangka waktu satu tahun.
Baca Juga :Emak-Emak Happy, Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 7.000 Menjadi Rp 1.042.000 Per Gram – Radar IDN
Nono mengikuti ABG International Mathematics Competition itu secara daring sejak usia 7 tahun, periode Januari-Desember 2022. Seluruh nilai sepanjang periode dikumpulkan dan dihitung. Sehingga total soal yang mampu dikerjakan oleh Nono adalah 152.010 soal yang diujikan dalam bentuk virtual dan listen dalam Bahasa Inggris. Sedangkan posisi ke dua dan ke tiga yang ditempati oleh Qatar dan USA, hanya mampu mengerjakan setengah dari soal yang dikerjakan oleh Nono.
Pekan lalu, Founder ABG USA, Juli Agustar Djonli, datang dari Amerika bersama Founder ABG Indonesia, Aguslina Angkasa, perwakilan Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA-MDR) Budi Prihantoro, Bupati Kupang Korinus Masneno, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat bertemu Nano. Pada pertemuan tersebut, Nano diberikan piala, sertifikat, dan uang USD200.
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menyampaikan apresiasi atas nama pemerintah dan masyarakat NTT atas prestasi yang diraih Nano. Founder ABG USA, Juli Agustar Djonli, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap Nono serta siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi.
Founder ABG Indonesia, Aguslina Angkasa, mengatakan metode pendidikan Matematika perhitungan Sempoa bisa memaksimalkan potensi kecerdasan anak, membangun logika, dan mengembangkan potensi dasar dengan brain gym serta latihan motorik lewat alat Sempoa. Dia mengatakan metode Sempoa terbukti melatih keseimbangan otak kanan dan otak kiri dengan lebih optimal.



