Tips Mensiasati Bunga KPR Yang Semakin Mencekik

0
184
Sumber : Mauchas.id

RADARIDN.COM Bunga KPR Yang semakin mencekik dikala setiap negara yang berlomba lomba menaikkan suku bunga nya dimasa-masa resesi saat ini

Awal ceritanya bermula pada saat saya menonton televisi, sekitar beberapa tahun yang lalu, seingat saya pada saat sebelum pandemi
COVID, mungkin sekitar awal tahun 2018, saat itu saya menonton TV tentang bagaimana cara menyiasati suku bunga yang semakin naik,  
lalu pada saat sesi tanya jawab, seoarang penelepon menanyakan, bagaimana cara menyiasati jika kita sedang mengambil KPR, yang
sudah berjalan dengan bunga floating.


Sekedar info saja : Misalkan bunga BI RATE ditetapkan di sekitar 5%, maka bunga KPR jika telah memasuki masa FLOATING,
bisa mencapai kisaran 11-14% dimasa itu
Lalu analis di salah satu TV tersebut menjawab: bahwa salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan Restrukturisasi bunga KPR.
Maksudnya apa itu? Caranya adalah: dengan melakukan pengajuan ke Bank dimana tempat kita mengambil KPR tersebut, dan mengajukan permohonan penurunan suku bunga

Cara kedua lainnya adalah dengan melakukan oper kredit, maksudnya adalah dengan memindah alihkan kredit pinjaman kita dari BANK A ke BANK B dengan maksud jika BANK B bisa memberikan bunga KPR Yang lebih rendah dibandingkan dengan BANK A.

Lalu setelah menonton TV tersebut, saya tidak terlalu mengindahkan, dikarenakan KPR saya wkt itu masih dalam kontrak dengan bunga fix 2 tahun. Selang beberapa saat, tibalah dimana tinggal 2 bulan lagi, bunga KPR saya memasuki masa floating, secara tidak sengaja, waktu sedang berjalan pulang, perut saya sakit, sulit menemukan toilet yang bersih disekitaran itu, akhirnya saya memutuskan untuk numpang ke salah satu bank swasta terbesar di indonesia, dimana saya adalah nasabah bank tersebut dan kebetulan KPR saya ini juga menggunakan bank tersebut dan setelah menyelesaikan urusan dengan perut saya, saya bertanya ke CS, bahkan sampai ke satpam, kemudian saya diarahkan untuk dikenalkan dan konsultasi ke kepala cabangnya.

Pada saat saya berada di ruangan kacab, saya diarahkan untuk menelepon ke operator, lalu stengah “didekte” cara telp nya:
akhirnya saat itu saya menanyakan : “bagaimana caranya ya agar saya bisa ikut program merayan HUT bank tersebut yakni KPR 5.25%”
lalu kemudian operator tersebut menanyakan beberapa persyaratan spt ini :


– Tangal berapa jatuh tempo KPR saya akan kena bunga floating? karena kebetulan mungkin ini sudah rencana Tuhan ya, kok bisa semua momentum tersebut pas, kebetulan pas banget saya termasuk eligible untuk ikut program tersebut, karena kalau saya masih dalam masa fixed rate, saya kemungkinan harus ikut tahun selanjutnya, dan bisa jadi saya kena floating selama 12 bulan… sedih bukan… kok bisa pas yaa.. mungkin sudah rencana Tuhan.


– Apakah selama ini saya pernah kena gagal auto debet atau tidak?
kalau kedua persyaratan diatas terpenuhi, maka saya bisa melanjutkan ke persyaratan selanjutnya yakni:
-persiapkan semua berkas-berkas yang harus dipenuhi
-membayar biaya notaris karena akad kredit ulang
-membayar biaya migrasi suku bunga (waktu itu 2% dari sisa pokok pinjaman KPR).

Setelah mendapatkan semua persyaratannya, maka saya menghitung ulang di rumah menggunakan excell,
dengan program menyambut perayaan HUT bank tersebut, karena KPR saya adalah KPR yang lama, bukan KPR yang baru, maka programnya adalah :
fix 2th bunga 6.xx% and Cap 3th 7,xx%, dengan ini total penghematan saya untuk 5 tahun kedepan adalah kurang lebih sekitar 96juta rupiah.

Sekian cerita dari saya, semoga kalian yang masih berjuang untuk melunasi KPR bisa juga mendapatkan manfaat dari cerita saya ini
Sumber : Indahwati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here