RADARIDN.COM Emiten pertambangan emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatat penjualan emas pada kuartal II-2024 sebesar US$ 130,1 juta atau melonjak 146% dibandingkan dengan penjualan di kuartal II-2024 yang sebesar US$ 57,6 juta.Kenaikan penjualan ini didukung oleh kenaikan jumlah produksi. Di mana, jumlah produksi PSAB pada kuartal II-2024 sebanyak 33.272 ons troi atau naik sebanyak 17.776 ons troi dibandingkan dengan jumlah produksi pada kuartal II-2024 sebesar 15.497 ons troi atau melesat 251%.Kinerja yang baik juga didukung oleh kenaikan harga jual emas rata-rata pada kuartal II-2024 sebesar 13% dibandingkan dengan harga jual emas rata-rata pada kuartal II-2023.
Dengan hasil itu, PSAB mencatat laba kotor pada kuartal II-2024 sebesar US$ 25,8 juta dibandingkan dengan kuartal II-2024 yang rugi senilai US$ 11,9 juta., Alhasil PSAB cetak laba bersih sebesar US$ 16,2 juta di kuartal II-2024. Padahal di periode yang sama di tahun 2023, PSAB masih cetak rugi bersih sebesar US$ 14,56 juta.
Baca Juga :Woww, Laba TINS Meroket 2.570% Pada Kinerja Paruh Pertama 2024. – Radar IDN
Direktur erseroan Edi menuturkan, PSAB mempunyai beberapa inisiatif strategis pada 2024. Pertama, melakukan kegiatan eksplorasi atas prospek baru di tambang Bakan untuk mewujudkan kinerja jangka panjang.Kedua, harga jual emas dengan tren menguat akan membuka lebih banyak peluang untuk mengoptimalisasi cadangan emas agar memberi margin yang ekonomis.”Kami akan bekerja keras memanfaatkan momentum ini sehingga peningkatan kinerja ini dapat terus dipertahankan,” ujar Edi .
Asal tahu saja, PSAB mengoperasikan tambang emas di Bakan (Sulawesi Utara) dan Penjom (Malaysia). Selain tambang aktif, PSAB memiliki satu tambang dalam tahapan pengembangan, yaitu Proyek Doup yang berlokasi di Sulawesi Utara.



