RADARIDN.COM PT Barito Renewable Energy, anak perusahaan PT Barito Pacifik Tbk (BRPT) di sektor energi terbarukan, saat ini tengah menunggu pernyataan pre-efektif dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) terkait rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Direktur Utama Datindo Entrycom, E Agung Setiawati, mengungkapkan bahwa perusahaannya telah ditunjuk sebagai Biro Administrasi Efek untuk calon perusahaan tercatat yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga panas bumi ini. “Mereka (Barito Renewable) sudah menyelesaikan registrasi 1 dan 2. Jadi kita menunggu pre-efektif dari OJK.
Biasanya setelah proses registrasi 2 dan jika tidak ada masalah lagi, dalam 10 hari kemudian akan mendapatkan status pre-efektif,” jelasnya. Meskipun E Agung Setiawati tidak merinci nilai pendanaan yang akan dihimpun oleh anak usaha BRPT ini, dia menyatakan, “Biasanya kalau melalui kami, nilainya lebih dari Rp1 triliun.”
Baca Juga : Bursa Karbon Mau Diluncurkan, Saham Ini Di Untungkan ?? – Radar IDN
Sebelumnya, BRPT melaporkan bahwa PT Barito Renewable Energy sedang mencari pendanaan untuk mengakuisisi 100 persen saham Star Energy Geothermal BV, perusahaan yang mengelola Pembangkit Listrik Panas Bumi Salak-Drajat.
Hingga saat ini, anak usaha BRPT ini telah menguasai 80,2 persen saham Star Energy Geothermal melalui cucu usaha BRPT, Star Energy Group Holding Pte Ltd. Sementara 19,8 persen saham Star Energy Geothermal dipegang oleh Acehi Netherlands BV.
Barito Renewable Energy berencana untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di Star Energy Geothermal dengan melakukan penyertaan modal melalui pembelian saham Acehi yang dimiliki oleh ACEN Renewables International Pte. Ltd. “Saat ini, ada 2.424 saham biasa yang mewakili 24,24 persen saham yang diterbitkan oleh ACEHI yang saat ini dimiliki oleh ACEN,” demikian seperti yang dikutip dari keterangan resmi BRPT.
Hingga tanggal 3 Juli 2023, yang merupakan batas waktu penyelesaian transaksi, Barito Renewable Energy masih dalam proses pengalangan dana untuk mendukung rencana strategisnya.
Sumber : beritainvestor



