“Breaking News” The Fed Masih Naikkan Suku Bunga, Arah IHSG Kemana ?

0
127
https://www.huffpost.com

RADARIDN.COM Federal Reserve atau The Fed kembali menaikkan suku bunga pinjaman pada Rabu (22/3), karena berusaha mencapai keseimbangan antara membatasi inflasi yang tinggi dan mencegah pergolakan lebih lanjut di sektor perbankan Amerika Serikat.

Kenaikan ini terjadi meski negara itu masih dihadapi krisis di sejumlah bank, salah satunya Silicon Valley Bank dan Signature Bank.

Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Jerome Powell dalam jumpa pers di Washington DC, AS, Rabu (22/03/2023) mengatakan, “Kenaikan suku bunga ke depan juga tetap dilakukan hingga inflasi bisa diturunkan menjadi 2%.”

Penurunan inflasi menjadi alasan utama di balik kenaikan suku bunga The Fed. Selain itu The Fed sangat berhati-hati mengambil keputusan kenaikan suku bunga, mengingat krisis perbankan yang terjadi baru-baru ini.

Baca Juga : Harga Emas Terus Cetak Rekor, Tetap Waspada Kondisi Ekonomi Tidak Beres. – Radar IDN

Mengutip Channel News Asia, Kamis (23/3/2023) The Fed menaikkan suku bunga seperempat poin, yang sejalan dengan ekspektasi, mengangkat kisaran target menjadi 4,75-5,00 persen pada akhir pertemuan kebijakan dua hari.

Dalam sebuah pernyataan, The Fed mengatakan perkembangan sektor perbankan baru-baru ini kemungkinan akan menghasilkan kondisi kredit yang lebih ketat untuk rumah tangga dan bisnis serta membebani aktivitas ekonomi, perekrutan dan inflasi.

Lalu bagaimana dengan efek pada pasar saham Indonesia?

Salah satu pengaruh kenaikan suku bunga The Fed terhadap investasi di Indonesia terlihat pada nilai rupiah Indonesia. Ketika The Fed menaikkan suku bunganya, hal itu dapat membuat dollar AS lebih menarik bagi investor asing yang dapat menyebabkan apresiasi dolar dan penurunan nilai rupiah.

Untuk pergerakan IHSG sejak kenaikan suku bunga The Fed 1 Februari 2023 hingga kenaikan pada 22 Maret 2023, IHSG berjalan menurun dengan turun berkisar 2,5%.

Penurunan IHSG juga didorong oleh sentimen-sentimen negatif pasar global salah satunya bangkrutnya beberapa perbankan AS yakni Silicon Valley Bank, Silvergate Bank, dan Signature Bank.

Baca Juga : Harga Emas Terus Cetak Rekor, Tetap Waspada Kondisi Ekonomi Tidak Beres. – Radar IDN

Selain itu, sentimen naiknya inflasi Indonesia pada Februari 2023, dimana Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami inflasi tahunan 5,47% (year-on-year/yoy) pada Februari 2023. Laju inflasi tersebut meningkat dibanding Januari 2023.

Jika melihat dari pergerakan IHSG, dimana trend IHSG masih dalam area sideaway. Pada penutupan perdagangan Selasa (21/3/2023) IHSG di tutup di harga 6691,61 dengan naik 1,20%.

Kenaikan tersebut didukung dari kenaikan beberapa sektor yang naik diatas 1% dimana ada sektor teknologi naik 1,19%, transportasi naik 1,19%, keuangan naik 1,41% dan sektor infrastruktur naik 1,48%.

Jika IHSG kembali menguat di Jumat (24/3/2023), tidak menutup kemungkinan IHSG akan bergerak menuju resistance 6960.

Namun perlu diketahui bahwa Bank Indonesia pada 15-16 Maret 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.

Sumber : CNBC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here