RADARIDN.COM PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam mengantongi laba bersih sebesar Rp3,82 triliun sepanjang 2022. Capaian itu melesat 105,23 persen dibandingkan dengan 2021 sebesar Rp1,86 triliun.
Kenaikan laba bersih itu tidak lepas dari pertumbuhan penjualan pada seluruh komoditas yang dikelola Antam. Secara kumulatif, penjualan ANTM naik 19,46 persen year on year (YoY) menjadi Rp45,93 triliun pada 2022, dari sebelumnya Rp38,44 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2022, penjualan emas Antam yang merupakan kontributor terbesar mencapai Rp31,62 triliun atau naik 21,90 persen YoY dibandingkan dengan 2021 Rp25,94 triliun. Antam menjual 34,97 ton sepanjang 2022 atau naik 19 persen dibandingkan dengan 2021 sebesar 29,39 ton.
“Antam kembali mencatatkan tingkat penjualan tertinggi produk emas sepanjang sejarah perusahaan. Tercatat 1,27 ton logam emas dihasilkan dari tambang emas perusahaan,” tulis Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie, Minggu (26/3/2023).
Baca Juga : Harga Emas Terus Cetak Rekor, Tetap Waspada Kondisi Ekonomi Tidak Beres. – Radar IDN
Pertumbuhan penjualan juga terlihat pada feronikel dan bijih nikel yang masing-masing naik 7,83 persen YoY dan 17,91 persen YoY. Kenaikan penjualan ini ditorehkan meskipun harga nikel pada 2022 cenderung volatil karena dinamika geopolitik dan perekonomian global. Penyerapan produk nikel pada 2022 juga dipengaruhi oleh kebijakan pembatasan mobilitas di Asia Timur pada medio kuartal II/2022.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 24 Maret 2023, saham ANTM naik 0,53 persen menjadi Rp 1.895 per saham. Saham ANTM dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 1.895 per saham. Saham ANTM berada di level tertinggi Rp 1.940 dan terendah Rp 1.885 per saham. Total frekuensi perdagangan 14.322 kali dengan volume perdagangan 842.505 lot saham. Nilai transaksi Rp 160,8 miliar.
Sebelumnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menargetkan capaian kinerja produksi serta penjualan segmen bauksit dan alumina yang positif pada 2023. Seiring dengan larangan ekspor bijih bauksit yang akan berlaku 2023, perusahaan fokus dalam pengembangan penjualan bijih bauksit di pasar domestik.
Antam juga melakukan optimalisasi dalam aspek operasi dan pengelolaan biaya tunai yang tepat dan efisien untuk mencapai target pada 2023.
Sumber : Bisnis (diolah)






